Tugas Mulia, Perjalanan 5 Malam 4 Hari Menuju Lumbok Seminung Lampung Barat

Setelah kami mendapatkan kabar bahwa, ada satu keluarga besar yang dermawan, yang berasal dari kampung kecil di kabupaten lampung barat di kepulauan sumatera, berangkat dari kesolehan hati dan kedermawanan keluarga tersebut, mereka akan mewaqafkan sebidang tanah di satu tempat, yang pada saat itu kami belum tau nama tempatnya, kepada Pondok Pesantren Miftahul Khoer. Maka KH. Miftah Faried, selaku Pimpinan Pesantren, mengajak Bermusyawarak kepada seluruh pengurus harian pesantren, keluarga, Alumni dari tiap-tiap kordinator, dan memberitahukan pada saat musyawarah, kepada pengurus pesantren dan alumni (HISAMI), untuk menyikapi perihal berita tersebut.

Merespon Kabar Tanah Yang Akan Di Wakafkan

Mang Haji atau KH. Miftah Fried mengatakan :"Kita harus secepatnya merespon hal ini", karena ini merupakan satu kesempatan besar yang jarang terjadi seperti ini, apalagi kata beliau, muwaqifnya bilang tanah yang akan diwakafkan tersebut, ada sekitar 12 hektar (bukan tanah sedikit), bahkan muwaqif juga mengatakan bahwa, tanah yang akan diwaqafkan tersebut, merupakan warisan dari orang tuanya yang telah tiada, yang mana orang tuanya menginginkan agar tanah itu harus menjadi tempat untuk penyebaran agama, dalam hal ini adalah Pondok Pesantren.

Mang Haji juga bilang, kita harus secepatnya ada perwakilan dari pesantren untuk melakukan surpai kesana, dan pada akhirnya, mang haji memerintahkan langsung kepada KH. Undang Banani (Ketua Hisami Pusat) untuk segera berangkat kesana. 

Dan setelah berdiskusi, kami sepakat untuk berangkat kesana pada hari Sabtu malam tanggal 29 Mei 2021 setelah sholat isya, dan alhamdulillah, kami persiapan pada waktu itu di lokasi Pesantren Miftahul Khoer untuk pemberangkatan, yang acara pemberangkatannya langsung di pandu oleh Mang Haji, dengan jumlah sebelas (11) orang kami berangkat pada pukul 21.45 dengan memakai kendaraan bis sedang milik Bapak H. Ato Cimawate, yang dengan sengaja beliau meminjamkan mobilnya secara gratis pada kami, untuk melakukan perjalanan surpai tanah wakaf di lampung barat.

Yang 11 Orang :

1. KH. Undang Banani (Ketua Hisami) 2. KH. Abang ( Bendahara Hisami) 3. KH. Banban S (Waketum Hisami) 4. KH. Yogi A (Dewan Kiyai) 5. Bpk. Deni (Babin Kamtibmas Cikondang Polsek Cineam Polres Tasikmalaya) 6. KH. Dudu BZ (Litbang) 7. Ust. Mansur (Sekum Hisami) 8. Asep Saeful Uyun (Alumni orrang Sana yang dari menikah belum pulang ke tempat kelahirannya), 9. Ustd. Sofa Mida (Istri dari Ust. Asep SU, 10. Mang Mamat (Mertua Ust. Asep SU), 11. Ibu Mintarsih (Istri Mang Mamat/Ibunya Sofa Mida).

Malam Keberangkatan ke Lampung Barat

Dari Pesantren, kami singgah dulu di Klinik MMC Manonjaya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, dan alhamdulillah, kami dalam keadaan sehat wal-`aafiyat, serta mendapatkan surat keterangan sehat, sebagai persyaratan di perjalanan, karena pada saat itu indonesia secara menyelurruh sedang mmelakukan PSBB, dikhawatirkan ada pemeriksaan, jadi kalau sudah ada persyaratan, kami akan lancar melakukan perjalanan.

Singkat kata, pada jam 01.08 menit, kami sampai di cijolang, limbangan, garut, dan istirahat disana sampaijam 01.24 menit, dari sana kami berjalan lagi, sehingga pada pukul 03.24 menit kami berhenti lagi di KM 72 Tol Cipularang, kenapa kami berhenti? karena sang sopir dalamm keadaan ngantuk berat, jadi, karena takut terjadi apa-apa di jalan, juga kasian sama sopir, mending kami berhenti dulu disana.

Selanjutnya, pada pukul 04.42 kami berhenti lagi untuk melaksanakan sholat subuh di KM 42 Tol Cikampek, dan setelah selesai melaksanakan sholat subuh serta istirahat sebentar, kami kembali masuk mobil untuk melanjutkan kembali perjalanan, dan akhirnya kami sampai ke merak setelah keluar tol, berhenti di sebuah Rumah Makan, untuk makan dulu, karena waktu itu waktu sudah menunjukan pukul 07.34, rasa-rasanya sudah pas untuk untuk makan pagi, sambil nanya-nanya, kira-kira kapal laut yang akan berangkat di dermaga berapa. Dan setelah mendapatkan kabar dari seseorang (Edi), bahwa, ada kapal yang baru sandar di dermaga 7, dan akhirnya kami beserta rombongan, langsung naik mobil, menuju dermaga 7, tidak perlu menunggu lama, kami langsung naik kapal TranShip 1, dan dengan tidak di duga sama sekali kami menemukan kebahagiaan di kapal itu, bagaimana tidak!!, karena tepat di kapal itu, kami punya teman satu kampung yang kebetulan bekerja sudah lama, (Sdr. Agus Dan Sdr. Hendra) yang mana pada saat itu, mereka melayani kami dengan sangat baik, tidak ada kata bagi mereka berdua hususnya, semoga usaha mereka berkah, dan alloh berikan mereka kemurahan rizqi.

Dermaga 7 Pelabuhan Merak

Kemudian, pada pukul 09. 24, dari pelabuhan merak banten, kapal mulai berlabuh menuju pelabuhan Bakauheni Lampung, dalam waktu 1 jam 57 menit, sampailah kami di pelabuhan bakauheni dalam keadaan lancar, tidak ada kekurangan suatu apapun. dan setelah mobil yang kami tunggangi keluar dari kapal itu, kami langsung melakukan perjalanan ke rumahnya Ust. Asep Saepul Uyun, (Kalianda Lampung Selatan), dan akhirnya pada pukul 15.52, kami sampai di rumah Ust. Asep. (Kok Lama?, yaa karena di jalan kami sempat berhenti dulu di sebuah SPBU untuk mengisi bahan bakar solar, takut kalau mobil kehabisan bahan bakar.di jalan.

Setelah kami istirahat, makan dan solat asar di tempatnya Ust. Asep (Obet), kami 8 orang (Bapak Ibu Mertua dan Istri Ust. Asep tidak ikut), memutuskan untuk melakukan kembali perjalanan, menuju Lampung Utara, yang dituju adalah rumahnya KH. Abud Nur Syihab, salah satu Alumni Miftahul Khoer yang sudah lama bermukim disana, dan beliau adalah asli kelahiran Cibaregbeg Pasirbatang Manonjaya, Tasikmalaya Jawa Barat Adik kandung KH. Banban Sopandi (Waketum Hisami).

Dan pada hari Ahad malam tanggal 30 mei 2021, pukul 20.22 menit, kami sampai dirumahnya beliau dan menginap satu malam, karena memang kami sudah mulai kelelahan, esoknya kami bersilaturrahmi ke Waykanan, tepatnya di komplek Kantor Kemenag, ke rumah salahsatu alumni Miftahul Khoer, yang bernama Ust. Hilman, yang juga masih kerabat dari Waketum Hisami, selanjutnya setelah ngobrol-ngobrol, berdo'a disana, kami berjalan kembali menuju rumahnya KH. Epul, alhamdulillah tidak perlu lama, kami sampai di rumah beliau, karena dari Ust. Hilman ke rumah beliau tidak jauh.

Pada pukul 11.41, kami bersiap melakukan perjalanan kembali menuju Sumber Jaya Lampung Barat, karena kebetulan dari sana banyak santri yang menimba ilmu di Miftahul Khoer, setelah pamitan ke keluarga KH. Epul dan keluarga KH. Abud Nur Syihab, kami langsung bergerak (KH. Abud NS ikut), menuju salahsatu rumah santri Sdr. Tantan di lampung barat, dan pada sore hari akhirnya kami sampai juga di rumah Tantan, Putra dari Aj. Aep, dan setelah makan dulu di sana, walaupun Aj. Aep Keukeuh agar kami menginap dulu satu malam di sana, kami memutuskan untuk langsung melakukan perjalanan kembali, dan yang di tuju adalah Rumahnya Ust. Nursyamsi, yang berada di Simpang Sender BPRT OKU Sumatera Selatan, kenapa kesana dulu, tidak langsung ke lokasi Tanah yang akan di wakafkan?.

Perlu kami beritahukan, kenapa rombongan kami ke ust. nursyamsi dulu? karena dari beliaulah kami mendapatkan kabar tentang tanah wakaf tersebut, dan beliaulah wasilah Miftahul Khoer mendapatkan tanah wakaf dari salahsatu hamba Alloh, Anggota kepolisian Lampung tengah, beserta keluarga, yaitu Bang Geta Pransisca (Sealamat dengan Ust. Nursyamsi) dan Bang Hendri (Satu alamat dengan tanah wakaf).

Dan pada jam 20.37, akhirnya kami sampai di rumah Ust. Nursyamsi, dan bermaksud istirahat bermalam disana, lama kami berbincang disana, melihat-lihat lembaganya, keindahan alam disana, alhamdulillah, Ust. Nursyamsi sangat di hormati warganya, dan sangat di butuhkan ilmunya untuk masyarakat disana, semoga, Ust. Nursyamsi, keluarga dan lembaganya di berikan keberkahan, dan ilmu beliau bermanfaat untuk kepentingan ummat.

Setelah kami lama di ust. nursyamsi, kami memutuuskan untuk langsung menuju lokasi tanah wakaf, dan tepat pada pukul 09.00 kami langsung nnaik mobil untuk melakukan perjalanan kembali ke lokasi tanah wakaf yang beralamat di Kampung Talang Balak, Desa Pekon Lumbok, Kecamatan Lumbok Seminung, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung, Kepulauuan Sumatera.

Lokasi Tanah Wakaf Lumbok Seminung Lampung Barat

Akhirnya pada pukul 03.68, kami sampai juga di tempat yang kami tuju dalam keadaan sehat, selamat, tidak kurang suuatu apapun.

Ikhwan, kiranya sampai sini dulu artikel ini kami suguhkan, insya alloh nanti di lanjut kembali, semoga bermanfaat, dan kalau dipandang ini sangat bermanfaat, semoga sudi kiranya ikhwan membagikan artikel ini ke orang lain, dengan cara apapun, dan appabila ada yang perlu di komunikasikan, kami sangat menunggunya.

Posting Komentar

0 Komentar

Geliat Pesantren Terpencil di Indonesia 2026