Kunjungan Pimpinan Umum Pesantren Miftahul Khoer Ke Hisami Jawa Tengah




https://hisamimkh.blogspot.com/2019/08/kunjungan-pimpinan-umum-pesantren.html




Dalam rangka kegiatan kunjungan pengurus pusat Hisami (Himpunan Santri Abadi Miftahul Khoer) yang langsung di pimpin oleh pimpinan umum pesantren miftahul khoer dan ketua umum Hisami, yang tepatnya pada hari kamis tanggal 18 juli 2019, kedaerah ciwalen dayeuh luhur cilacap jawa tengah, intinya adalah acara silaturrahmi. Kunjungan sillaturrohmi ini merupakan kegiatan tetap pengurus hisami pusat, dan akan terus berjalan sampai pada waktu yang tidak ditentukan, yang maksud dan tujuannya adalah untuk lebih mempererat ukhuwwah antar alumni, dan lebih menumbuh kembangkan syi`ar, juga lebih memperkuat fungsi alumni yang sudah lebih lama terjun dimasyarakat. disisi lain, kunjungan ini merupakan salahsatu bentuk tanggung jawab pihak pesantren, pengurus pusat hisami, terhadap para alumni yang berada dimana saja, hususnya yang berada di daerah ciwalen dayeuh luhur cilacap jawa tengah. karena pesantren dan alumni tidak akan pernah pudar antara murid dan guru, walaupun terpisah dengan jarak yang cukup jauh.





Dalam kesempatan itu, pimpinan pesantren Miftahul Khoer memaparkan, bahwa, mengapa seorang murid harus selalu hormat dan ta'dzim kepada gurunya ? karena seorang guru tidak hanya mengajar ilmu pengetahuan agama semata, tidak hanya mengajarkan kitab-kitab kuning saja, tapi lebih daripada itu, guru adalah seorang murobbi, sebagai pengurus murid lahir dan bathin, yang mana, dimasa yang akan datang, murid mempunyai rasa hormat dan ta'dzim kepada guru, dan guru bisa menuntun murid menjadi seseorang yang muttaqien, walaupun murid tersebut pernah menimba ilmu pada gurunya dalam waktu yang hanya sebentar.





Selain pemaparan diatas, Pimpinan Umum Pesantren Mifahul Khoer juga menyampaikan amanat atau wasiat almarhum almagfurlah, ayahanda tercinta KH. Muhammad mahmud, bahwa almarhum almagfurlah pernah berpesan kepada putranya, "Sampaikan kepada murid-murid aki haji, tolong jaga pesantren, jaga semua guru-guru di pesantren, berkumpullah seluruh alumni aki haji, di satu tempat walau hanya satu tahun satu kali".





KH. Miftah Faried juga mengamanatkan :






1. Alumni jangan sampai terbawa arus oleh gelombang baru, tapi harus tetap istiqomah mengikuti jejak guru, selama perjalanan guru tersebut dinilai dan dipandang masih lurus mempertahankan faham Aswaja (Ahli Sunnah Wal-jamaáh).





2. Jangan sampai ada kata, bahwa alumni sudah putus hubungan dengan guru. guru tetap guru dan murid tetap murid, guru akan selalu mengingatkan muridnya, dan murid akan sadar bahwa dia telah sekian lama menyerap ilmu dari gurunya. Berkumpullah alumni walau hanya setahun sekali.





Selain itu, kegiatan kunjungan sillaturrahmi ini juga, dipimpin langsung oleh Ketua Umum baru Hisami periode 2019 - 2022, yaitu KH. Undang Banani, tidak lepas dari penyambutan yang sangat luar biasa, antusias para alumni ciwalen sangat-sangat besar, dan jadi teringat masa-masa dulunya di pesantren waktu aki haji masih segar bugar, dan putra putri aki haji masih menimba ilmu di pesantren-pesantren.





Dalam kesempatan ini juga tidak ketinggalan, Ketua Umum Hisami menyampaikan :




Kunjungan Ketua Umum Hisami Ke Ciwalen



Setiap santri yang sudah keluar dari pesantren miftahul khoer, di ikat dalam satu wadah organisasi, yaitu organisasi Hisami (Himpunan Santri Abadi Miftahul Khoer). lalu mengapa tidak memakai kata alumni, tapi memakai kata santri, ini justru akan membuktikan bahwa alumni yang telah berbaur dengan masyarakat, harus teta berprilaku seakan-akan mereka adalah santri, artinya junjung tinggi nilai-nilai agami, dan tanamkan akhlaqul karimah.





Sekian artikel ini saya sampaikan, semoga menjadi maklum dan mudah-mudahan akan terus mengingatkan, agar kita semua lebih paripurna. dan jika bermanfaát silahkan share sebanyak-banyaknya di media sosial.

Posting Komentar

0 Komentar

Geliat Pesantren Terpencil di Indonesia 2026